Buaya International part 2


Diary dini hari, aku tak tahu harus bagaimana menyikapi rasa ini. Rasa yang sudah tertolak lagi oleh seseorang yang aku inginkan. Rasa ingin menangis keras ketika kenyataan yang datang tak sesuai dengan keinginan. Aku tahu dari akhir chat dia kemarin, dia menjelaskan bahwa dia sedih saat tahu bahwa hubungan dirinya dengan mantan tunangannya harus berakhir. Alasannya karna banyak yang tidak setuju. Entah salah satu dari mereka tidak setuju, atau keluarga mereka yang tidak setuju dengan hubungan mereka. Aku tak punya keberanian untuk bertanya tentang hal itu. Ya, hanya seperti ini diriku, mengagumi tanpa dia tahu. Tapi tidak kali ini, dia tahu jika aku mengaguminya, dan dia tahu bahwa aku tak ingin mengungkapkannya. Disinilah rasa sedih ku tiba – tiba datang, yaitu ketika semua kenyataan sudah terungkapkan, dia lebih memilih menghilang dari pada belajar untuk saling membuka kembali hubungan.

Aku hanya sedih, ketika aku tahu dia tidak lagi mengirimi ku chat hari ini. apakah hubungan kami hanya sebatas sampai sini, sampai dimana kita saling mengakui bahwa kami berdua trauma. Aku tahu, jika ini keputusan yang diambil olehnya, maka aku akan mengikutinya. Aku akan mundur ketika tahu dia menarik batas lebih jauh lagi. Itu artinya dia masih terjebak dengan rasa yang ada di masa lalu. Sungguh menyakitkan memang, menyukai seseorang yang ternyata masih terjebak masa lalunya. Aku tahu ini lah rasa yang harus aku rasakan.

Aku tahu ini yang harus aku terima, ketika aku berhadapan dengan buaya tipe dua. Buaya yang berbicara secara to the point ketika menolaknya. Aku harus merasakan rasa sakit ini di awal, agar aku tidak merasakan lebih sakit lagi dikemudiannya. Ya, laki – laki ini lah yang benar perlakuannya. Yang harus aku lakukan adalah menangis sekarang. Ya, menangis lebih keras lagi, karena memang tak bisa memaksakan hatinya untuk menyukai hati yang datang, ketika hatinya masih terjebak di hati yang lama.

Benar saja, tangisan ini berjalan tidak begitu lama, hanya beberapa menit saja. Karena sesudahnya sudah bisa kembali focus pada diri sendiri. Point yang paling penting, rasa sakit ini tidak terasa lagi. Point penting ini yang harus dilakukan berkat perlakuan hebat buaya tipe dua. Rasa sakit nya benar – benar hilang ketika sudah bisa menerima kenyataan. Kenyataan yang pahit untuk sesuatu yang lebih baik. Aku suka tipe buaya seperti ini, sangat elegan. Bukan berarti aku ingin bertemu lebih banyak lagi seperti mereka. Buaya tipe dua menjadikan hal ini sebagai pembelajaran pengalaman, dan juga sebuah penilaian. Penilaian bahwa buaya tipe dua adalah buaya yang lebih dewasa pemikirannya daripada buaya tipe pertama. Karena dewasa itu tidak terlihat dari usia tapi dari sikap dan perilakunya.

 

Komentar

Postingan Populer