Dia yang ku mau
Aku mengenalnya dari sebuah chat random bot di telegram. Kita sama – sama mencari chat bot untuk belajar melatih kemampuan bahasa inggris kami. Sebelum aku bertemu dia, aku banyak bertemu beraneka macam orang di telegram itu. Banyak yang mencari jodoh, pacar, atau teman satu malam nya untuk hal – hal yang tidak baik, dan juga tempat orang – orang sedih yang mencari teman. Aku sudah terbiasa dengan chat orang – orang baru yang ku kenal itu. Oleh karena itu, aku pun memiliki batasan juga untuk siapa yang bisa kupilih sebagai teman yang bisa lanjut ke dalam percakapan privasiku.
Hingga aku bertemu dia. Dia yang datang dari sangat jauhnya lokasi dari tempat tinggal ku, jauh dari Negara ku. Jarak yang menghentang sepanjang 9 ribu km. Ku kira chat bot telegram itu hanya akan mempertemukan aku dengan orang – orang yang berada di sekitar ASEAN. Ternyata aku bisa bertemu dia yang tempat tinggalnya dekat dengan tanah suci. Tidak terlalu dekat, mungkin seperti Negara tetangga dari Tanah Suci. Awalnya aku mengira dia mungkin orang yang hanya berbohong saja sebagai tanda awal perkenalan, seperti banyaknya orang yang ku temui di chat bot itu. Atau mungkin orang yang dikatakan seperti YouTuber traveling yang menyebutnya “scammer”. Scammer adalah orang dengan modus penipuan dimana targetnya adalah orang – orang International. Scammer akan menyamar menjadi orang baik dan orang yang sangat menginginkan kamu. Kemudian ketika korbannya sudah percaya kepada pelakunya, dia bisa berlaku apa saja. Bisa meminta sejumlah uang, atau meminta data – data pribadi mu sebagai bahan untuk menjual mu atau biasa disebut human trafficking. Dan mungkin tindak kejahatan lainnya.
Oleh karena itu, aku selalu mengatakan hal kebohongan ketika aku baru memulai chat dengan seseorang yang baru aku kenali. Termasuk ke dirinya. Awal yang membuat aku menyesali semua kata – kata yang ku bohongkan ke dia, ketika aku baru menyadari dia adalah orang yang baik. Orang yang benar – benar baik dengan hati yang tulus ikhlas. Hal ini juga menyadarkan satu hal tentang takdir baik yang Allah berikan. Aku baru menyadari hal itu saat ini, dan ketika aku bertanya kepadanya. Aku bertanya, “Bagaimana bisa aku bertemu dengan kamu yang jaraknya sangat jauh dari ku? padahal biasanya aku hanya bertemu dengan orang – orang yang berada di daerah ASEAN saja”. Dia menjawab, “I believe that good people meet each other somehow” (Aku percaya bahwa orang baik bisa bertemu entah bagaimana).
Sulit memang meyakinkan diri bagi seorang yang mempunyai sifat perfectionist, seperti diriku. Keyakinan yang aku butuhkan pada diriku, adalah keyakinan yang harus bisa dikenali dari pemikiran dan hati ku sendiri akan takdir baik yang datang padaku. Seperti saat ini, ketika aku bertemu dia, aku baru menyadari bahwa itu takdir baik yang langsung datang karena campur tangan Allah diantaranya. Karena aku sangat tahu sistem kerja dari random sistem (sistem acak). Ini adalah pelajaran yang aku dapatkan saat aku kuliah di Informatika. Chat bot random, atau apapun yang dilakukan ketika melakukan proses random, pasti sistem akan melakukannya secara random(acak), tidak menentu, dan proses itu dilakukan tanpa bantuan tangan manusia. Full semua proses sistem yang menjalankannya. Sama seperti judul skripsi ku yang kutinggalkan dulu karena membuatku lama lulusnya.
Namun ketika aku memahami betul arti dan makna dari kalimat yang dia ucapkan pada ku, otak ku seketika menyetujui bahwa itu benar yang dilakukan oleh Tuhan. Ini semua karna ada campur tangan Allah, aku bisa bertemu dengannya. Hingga perkenalan ku dengannya yang sangat singkat, namun aku bisa memahami penuh karakter yang ada pada dirinya. Hanya dalam waktu 16 hari. Hanya 16 hari perkenalan itu membuat aku bisa mengenali karakter dan sifat nya. Mungkin ini adalah anugerah dari Allah, aku punya kemampuan yang bisa menilai orang hanya dengan sekali mengenalnya dan bertemu beberapa hari saja. Aku selalu membayangkan ketika aku menjadi sosok dirinya, atau sosok orang lain yang aku lihat ketika aku ingin mengenali dirinya. Dan ketika aku mengenal dirinya, aku seperti berkaca pada diri ku sendiri. Dia sangat mirip dengan ku, sangat, sangat mirip. Aku selalu mengingat Allah ketika mengingat dia, dan penuh tanya diriku dalam hati, “Apakah ini yang dinamakan jodoh akan mirip dengan mu?”. Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang pasangan hidup yang berbunyi “yang baik dengan yang baik, yang buruk dengan yang buruk”. “apakah ini semua karena hal itu?”.
Aku selalu menanyakan hal itu pada diriku. Hingga sampai pada hari penyesalan ku. Dimana aku mengakui semua nya. Mengakui semua kebohongan ku pada nya. Aku merasa tak enak hidup karena aku terus membohonginya. Aku tahu hal ini salah, sehingga aku harus mengungkapkannya, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Benar saja seperti dugaan ku, dia sangat marah akan hal itu. Dia terlihat kecewa ketika mengetahuinya. Ya seperti diriku, ketika aku tahu aku sedang ditipu. Ditipu oleh orang baik dengan hati yang tidak baik. Hatiku tidak baik saat itu, oleh karena itu aku begitu menyesali kebohongan ku padanya. Aku melakukan kebohongan hanya karena aku melindungi diriku. Sama seperti dia yang berbohong pada ku, namun aku memaklumi nya. Tapi aku tahu yang dia sakitkan selain itu, yaitu ketika aku berbohong agar dia bisa bertahan untuk tinggal. Ya, aku sudah menyukainya sejak pada pandangan pertama. Hal ini yang kulakukan ketika aku mengenal seseorang yang menyukai ku dan aku menyukainya pada pandangan pertama. Aku menginginkan mereka untuk tetap tinggal. Tidak peduli walaupun harus bohong sekalipun. Inilah penyesalan yang selalu menghantuiku disetiap kegiatan ku. Inilah perbuatan yang paling di benci oleh Tuhan ku, dan aku selalu membenci diriku karena hal ini. Sehingga berakhir penyesalan mendalam ketika dia pergi diakhir cerita nya.
Aku tak mau menyesali itu, karena itu memang full kesalahan ku. Dulu aku begitu menyesali nya, dan aku tak ingin lagi mengulanginya. Tapi ketika cinta hadir dan datang pada hati, itu lah penyakit yang datang pada hati yang sedang sangat membara karena cinta. Cinta bisa indah karena karunianya, cinta juga bisa jadi bahaya karena nafsu yang terkandung didalamnya. Oleh sebab itu aku sangat takut tentang penyakit hati yang satu ini ketika aku masih sendiri. Tapi penyakit hati ini tidak akan berhenti dan itu akan selalu hadir dan datang ketika aku masih bisa bernafas saat ini. Karena itu adalah ujian hati ku ketika aku masih diberi kehidupan oleh Allah SWT didunia. Itu yang aku simpulkan, dari perjalanan ku dalam mengenali hati ku. Selagi aku masih hidup di dunia, mau se-taqwa apapun aku, ketika nafas ini masih bisa kuhembuskan dalam rongga dada, ketika aku masih bisa dibangunkan dari tidurku, aku masih harus menghadapi ujian paling berat dalam hatiku ini. Aku betul – betul harus merawat dengan baik, hati yang baik ini, agar tidak terkecoh lagi oleh nafsu, tidak terkecoh lagi oleh ragu – ragu, dan berakhir penyesalan ketika sudah menjadi masa lalu.
Aku semakin yakin dia adalah orang yang baik ketika dia memblokir telegramku. Ya, dia benar – benar orang baik. Kalau saja dia scammer, atau penjahat International lainnya, dia tidak akan memblokir terlebih dahulu sampai aku sendiri yang memblokirnya. Dia tidak ingin aku mengganggu hidupnya lagi. Aku bersyukur atas perlakuan dia ini, setidaknya kami bisa saling menjaga diri dari sifat keburukan, dan dia orang yang benar – benar baik perangainya. Aku juga sangat sedih karena hal ini, karena dia menjauhi ku dimana dia mengenal ku dengan keadaan yang tidak baik, yaitu aku telah membohonginya. Namun aku sudah mengakuinya, menyakitkan memang tapi melegekan dikemudian. Aku pun bertekad untuk mengubahnya.
Dear kamu Mr., aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini. kamu pasti sangat membenci ku karena merasa terkhianati dan terkecewakan. Aku sangat mengetahui itu karena aku sangat mirip dengan mu. Aku begitu mengenal mu seperti aku mengenal diriku. Aku mengakui kesalahan itu, tapi aku juga bisa memaafkan orang yang telah menyakiti ku, yang telah menipu ku, dan Allah pun Maha Pemaaf. Jika saja aku mampu memaafkan orang yang telah menipuku, apa kah kamu juga bisa memaafkan ku? Aku akan berusaha sekuat tenaga ku untuk terus mempertahankan hati baik ini. Kamu pasti juga merasakan khawatir ketika kamu berjanji kan? Akupun sama, tapi aku bisa melewati kekhawatiran itu dari waktu ke waktu, karena Allah selalu bersamaku. Aku tidak ingin berjanji dengan nama Tuhan, tapi aku berjanji dengan diriku sendiri untuk terus merubah dan mempertahankan diri menjadi diri yang lebih baik lagi. Karena penyakit hati ini bisa datang kapan saja, dan aku adalah manusia yang selalu punya salah. Namun, jika iblis saja tidak akan lelah untuk mengganggu dan membuat manusia berdosa dari segala penjuru, maka aku juga bisa untuk tidak akan lelah dalam membuat diriku tetap pada iman ku. Aku juga bisa bertekad pada ketaqwaan diriku. Jadi mau kah kamu memaafkan diriku?
Kalau km saja percaya bahwa takdir orang baik dengan orang baik dipertemukan, maka aku juga percaya bahwa Allah mampu menyatukan orang baik yang memiliki takdir itu untuk kembali bersama. Seperti kisah nabi Yusuf a.s dengan Siti Zulaikha, apakah kamu mengetahuinya? Bagaimana dengan kisah kita? Jarak ku sangat jauh dari mu. Aku memiliki bahasa yang berbeda dengan mu. Kamu pun sangat benci diriku dan juga memblokir telegramku. Tidak ada hal yang mampu menyatukan aku dengan kamu. Orang pasti akan berkata pasti itu tidak mungkin, kamu pun juga berkata begitu. Namun aku memiliki pemahaman berbeda dengan mereka. Aku meyakini semua yang bisa aku yakini, ketika aku percaya kepada Allah, Tuhanku. ketika Allah berkata “Jadilah”, maka takdir itu akan terjadi, dan aku sangat percaya itu. Aku akan mendoakan kamu di setiap malam tahajud ku, agar aku bisa bertemu dengan mu. Mungkin akan terlihat egois, tapi aku memang tidak pernah seagresif ini ketika aku bertemu dengan orang baik seperti dirimu. Aku begitu mengamini semua pemahaman ku tentang karakter diriku yang ada pada dirimu. Aku mengamini semua kata pepatah dan arti dari ayat Al-Qur’an itu. Seperti kata pepatah pula, sebelum janur kuning melengkung, sebelum undangan terposting, sebelum ada cincin yang melingkari jari, dan selagi aku masih bisa bernafas, maka aku masih ada kesempatan untuk bisa mewujudkan hal itu. Aku masih ada kesempatan untuk menjadikan kamu sebagai aamiin ku yang paling serius dalam doaku. Kamu, Mr., The perfect man with the perfect mind.



Komentar
Posting Komentar