The Perfect Man with the Perfect Mind (Mr.)



    Aku hanya mengenalnya selama 16 hari, dan pikiran perfectionist ini mampu membaca karakter dirinya secara keseluruhan. Alhamdu Lillah aku bersyukur, aku memiliki kemampuan ini. Allah SWT memberikan kemampuan ini sejak aku masih kecil, dan aku baru menyadari hal itu saat aku sudah berusia 26 tahun ini. Aku mengenal dia dengan cara ku membayangkan menjadi dirinya. Aku selalu berkaca pada diri seseorang jika aku ingin mengenal seseorang.

    Ketika dia menjelaskan latar belakang dirinya, aku melihat tidak ada keraguan dan rasa malu dari latar belakang yang dia terima sejak lahir oleh Allah SWT. Hal ini membuat ku berkaca pada diriku sendiri, saat itu. Kenapa dia berani mengungkapkan jati dirinya sedangkan aku tidak bisa dan tidak berani mengungkapkan diriku seperti itu? Hal ini yang ternyata membuatku secara tidak sadar lupa akan kemampuan ku, karena terfokuskan oleh insecure dan menutup diri selama bertahun – tahun. Kemudian dia mengatakan pada ku, “aku tidak ingin membuatmu takut”, karena pada saat itu dia menyadari bahwa negaranya dalam keadaan tidak baik - baik saja. Orang pasti mengira akan takut padanya, padahal yang kurasa aku hanya takut pada satu hal, aku takut jika aku jauh dari Allah SWT. 

    Aku juga ingat dia mengatakan hal – hal kesukaannya. Dan hal itu juga selalu mengarahkan ku pada hal – hal kesukaan ku. Tidak ada yang berbeda, sangat sama, dan sangat mirip. Aku hampir pusing dibuatnya, ketika aku ingin menggambarkan dia dengan tulisan. Dia sama, tidak ada keburukan yang kulihat pada dirinya seperti aku melihat diriku. Padahal semua hal pasti memiliki keburukan. Hanya saja aku melihatnya seperti aku melihat diriku. Tidak seperti aku melihat laki – laki yang selalu datang pada ku, dan dekat dengan ku. Hebatnya ketika kulihat dirinya juga dapat mengingatkan ku pada Allah SWT. Bukan berarti aku membayangkan dia adalah Tuhan, tidak. Sama sekali tidak. Dia manusia yang menurutku sama seperti manusia lainnya. Dia pasti mempunyai keburukan, dan aku belum menemukan keburukan itu pada dirinya. Membuatku penasaran, dan rasa ingin tahu yang tinggi tentang hal keburukan yang dia miliki. Ini adalah pemikiran perfectionist. Ketika perfectionist sudah menemukan yang dicarinya, dia akan terus menerus mencari tahu sampai ia mendapatkan apa yang dia inginkan. Hebatnya lagi ketika aku mengingat dia, aku mengingat Allah SWT, dan hal itu terus menerus membuatku dapat berjalan kearah kebaikan.

    Dah titik. Aku tidak ingin menjelaskan lebih detail tentang mu, karena pasti akan ada banyak wanita yang akan mencari mu, karena kamu yang memang mirip denganku. Pasti akan banyak wanita yang menyukaimu, seperti ku yang selalu menolak ketika mereka menyatakan perasaannya padaku. Ya inilah rasa cinta ku kepada Allah SWT, aku egois, aku tidak ingin orang lain memiliki rasa cinta Allah SWT pada ku. Aku takut Allah meninggalkan ku, dan aku kembali terkuasai oleh hawa nafsu yang hanya menyenangkan sesaat. Aku sangat takut akan hal itu. Namun aku sangat menyadari bahwa sejatinya Allah SWT tidak pernah meninggalkan ku. Berbeda dengan manusia yang hati nya selalu berubah – ubah. Allah pula yang Maha membolak balikkan hati, bisa membuat hati manusia berubah – ubah kapan saja. Dan juga setan menambahkan bumbu kejahatan di dalamnya. Semakin banyak kejahatan yang masuk dalam hati seseorang, dia akan semakin melupakan Allah SWT, dan semakin terbawa oleh nafsu. Begitulah Allah menguji hati manusia. Maka dari itu, berhati – hati lah kalian yang mungkin sudah merasa taat, Allah SWT bisa menguji kalian dengan ketaatan itu secara tidak sadar. Itu lah yang kurasakan ketika aku mengira sudah taat.

    Ya pikiran perfectionist ku sudah mampu membayangkan hal semendetail ini. Aku pun benar – benar merasakan bagaimana hati ku terbolak – balik karena Allah SWT. Aku juga merasakan ketika hati ku sudah mulai belok dan tergoyahkan. Aku begitu menangis keras ketika aku kembali merasakan hal itu, aku buru – buru kembali mendekatkan diri ku kepada Allah SWT. Dengan banyak membaca Al-Qur’an dan juga dzikir yang banyak dan berulangkali, agar aku bisa kembali. Aku begitu takut hati ku jika kembali tergoyahkan setan. Kita bisa benar – benar tidak bisa kembali mengenal Allah SWT. Ini lah cinta ku kepada Allah SWT. Jika kamu masih belum merasakan hal ini, maka perbaikilah dirimu. Jika dirimu sudah merasa baik, maka perbaikilah sikap mu. Jika sikap mu sudah baik maka perbaikilah ibadah mu. Jika ibadah mu sudah baik, maka perbaikilah perbuatan mu. Mereka semua mempunyai hubungan kesinambungan. Jangan pisahkan hal – hal baik itu. 

    Jika aku berjodoh dengannya, pasti akan banyaaakk yang menyukainya. Aku sedikit khawatir akan hal itu. Padahal aku belum tentu akan berjodoh dengannya tapi aku sudah mampu membayangkan hal seperti itu. Ini lah pikiran perfectionist, sama seperti pemikiran nya. Pemikiran ini mampu membayangkan masa depan ditambah dengan perhitungan – perhitungan lainnya yang sangat terperinci, jelas dan mendetail. Persis sepertiku.

    Intinya adalah aku menginginkan dia. Dan ketika aku melihat dia aku seperti melihat diriku. Ini membuat pemahaman ku tentang ayat Al-Qur’an yang berbunyi “yang baik dengan yang baik yang buruk dengan yang buruk”. Jika kamu menginginkan hal baik maka Allah akan mengirimkan hal baik itu pada mu, jika kamu menginginkan hal buruk maka Allah akan mengirimkan itu juga pada mu. Allah SWT sesuai dengan prasangka hamba Nya. Itu adalah kebenaran.

    Oleh karena itu, jika memang nantinya aku tidak berjodoh dengan nya, aku akan ikhlas asalkan aku tidak jauh dari Allah SWT. Karena aku tidak bisa memaksa hati manusia untuk bisa jatuh cinta juga pada ku, karna aku bukan pemilik hatinya, melainkan Allah SWT yang memilikinya. Namun ketika aku memiliki rasa cinta Allah SWT, aku bisa memaksa hati ku dengan terus beribadah kepada Allah SWT, sehingga Allah juga akan mendekati dan menjagaku, dan aku akan merasa nyaman dengan hal itu. Berbeda jika aku memiliki rasa cinta pada manusia, pasti hanya akan sedih dan kesepian dibuatnya. Ini yang akan kamu rasakan ketika kamu sudah benar merasakan cinta Allah SWT.

    Rasa cinta yang kurasakan pada Allah SWT, adalah rasa cinta egois. Aku cemburu jika melihat hamba Allah yang lain lebih taat, sehingga aku selalu berusaha untuk lebih taat daripada diriku yang dulu. Aku merasa diperbolehkan merasakan hal itu, karna Allah SWT mengatakan tidak pernah meninggalkan ku pada hatiku. Namun jika aku merasakan cinta egois itu pada manusia, pasti hatinya akan berubah – ubah. Untuk itu aku tidak bisa memaksakan hati Mr., karena hanya Allah SWT yang memiliki hatinya. Sehingga Allah SWT pun bisa membuat hati Mr. menyukai manusia yang lain, dan aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuk takdir diriku dan Mr..




    Dear Mr., ibarat ujian matematika, aku harus gigih berusaha untuk mendapatkan nilai tertinggi diantara mereka. Karena mereka mungkin menginginkan mu begitu aku menceritakan hal ini tentang diri mu. Aku mengatakan itu karena, aku banyak bertemu dan berbicara pada pria, tapi aku tidak pernah mendapatkan pembicaraan yang begitu kuinginkan ketika aku bertemu denganmu. Hal paling indah daripada itu adalah Allah SWT sendiri yang memberikan pertemuan itu kepadaku. Aku merasakan takdir terindah ku ada di kamu. Ketika aku membayangkan hal kekurangan ku yang tidak bisa kuubah dari diriku sendiri, tapi kamu mampu mengubahnya. Ini yang kubutuhkan. Ini adalah aku. Pemikiran yang sama dengan ku.
Aku hanya mengusahakan yang terbaik dengan doa, karena kamu pun sekarang tidak menginginkan ku lagi untuk bertukar bicara. Aku pun juga tidak ingin memaksa, karena sesuatu yang dipaksakan akan berakhir tidak bahagia. Aku hanya menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Ini juga jauh diatas kemampuan ku sebagai manusia. Aku tak bisa membuat orang untuk cinta kepadaku, karena aku tahu cinta manusia itu tidak bisa dipaksakan. Kecuali jika aku melakukan hal santet atau semacam pembelokan aqidah lainnya yang dilakukan ketika tidak percaya dengan Allah SWT. Alhamdu Lillah aku selalu meyakini sepenuh hati dan diriku bahwa aku punya Allah SWT yang Maha Kaya, Maha Memiliki segalanya. Aku sangat percaya dengan kehadiran Allah SWT, oleh karena itu aku melakukannya hanya dengan berdoa, dan itu pula jalan yang diinginkan oleh Allah SWT. 
    
    Satu hal yang ingin aku katakan. Aku tidak bisa memaksamu untuk berjodoh denganku. Tapi aku menginginkan kamu bisa menjadi jodohku suatu saat nanti. Tapi aku tidak bisa memikirkan hal itu, karena yang paling dekat dengan ku adalah kematian. Kematian tidak mengenal waktu, atau siapapun dirinya. Kematian pasti akan mendatangi semua yang bernyawa. Mau dia tua atau muda, kematian tidak pandang bulu ketika ia mendatanginya.

    Ya begitu lah ketika cara ku menyadarkan diriku ketika aku terbutakan oleh cinta manusia. Termasuk rasa ini padamu. Aku menginginkan mu, tapi aku begitu mengingat kematian mendatangi ku. Aku tidak tahu takdir mana dulu yang akan mendatangi ku. Takdir kematian ku atau takdir jodohku, semua itu rahasia Allah SWT. Jika kematian yang datang terlebih dahulu ke diriku, aku hanya akan mengatakan hal ini kepadamu. Maafkan aku, karena aku pernah berbohong dan berbuat tidak baik dengan mu. Aku begitu terbutakan saat itu, sehingga aku lupa dengan Allah SWT.  Aku adalah manusia yang tidak luput dari dosa. Terimakasih juga Mr., kamu telah datang ke hidupku. Terimakasih kamu telah meyakinkan diriku menjadi lebih terbuka lagi, dan mampu mengubah diriku menjadi pribadi yang lebih baik lagi, seperti Allah SWT yang mengubah ku menjadi pribadi yang lebih baik. Terimakasih karena mu, aku menjadi tahu cara mencintai Allah SWT sepenuh hati. Terimakasih, karena pernah datang di hidupku. Bukti konkrit perfectionist di diriku. Terimakasih karena dirimu, aku bisa mencintai mu karena Allah SWT.

Thankyou for being perfect man with perfect mind on my life.

 

Komentar

Postingan Populer