Mba Hann bag - 1 Hari - hari penuh rindu

 




Sedang menikmati hari – hari penuh rindu. Aku terpaku lemah melihat info dari nomor WA (WhatsApp) mu. Tak lagi kulihat bio dari WA mu, semenjak aku memutuskan untuk memblokirmu di hari minggu. Sehari pun tak sanggup rasanya, ingin aku buka saja blokiran itu untuk meneriakkan bahwa aku sangat rindu, hingga akhirnya pertahanan ku kalah di hari selasa. Yap, hanya waktu dua hari saja aku akhirnya membuka blokiran mu. Bio itu tetap tak lagi nampak di info WA mu. Membuat ku bertanya – tanya, Apa aku tak ada lagi di deretan list kontak di WA mu? Apa kamu benar – benar semenyerah itu sama ku? Apa berarti aku bukan lagi kandidat dari tekad kuat mu? Apa obrolan kita yang berhari – hari itu hanya menjadi bagian lembaran kehidupan semu? Yang harus aku lupakan dimasa lalu?

Tanganku melemah bersamaan dengan detikan jari pada keyboard dari laptop ku. Bersamaan pula dengan kumandang Adzan Ashar menyeru memberhentikan suara lagu yang baru saja menemani ku. setelah adzan berhenti, tangan lemah ku berusaha menengadah dengan dipangku oleh kasur agar tangan ku bisa lebih kuat tadahan ini menghadap langit. Sambil lirih ku berbunyi, beriringan dengan hati pilu yang kembali membawa mata ini mengalirkan sungai kecil di pipi.

“ya Allah, sang pemilik Bumi, mantapkan lah hatinya menujuku, lancarkanlah ia didalam setiap langkah nya menjemput rezeki Mu, temanilah ia ketika ia merasa sendiri didalam langkah itu, lindungi lah ia dari perempuan – perempuan yang ingin memanfaatkan nya, daann….. sampaikanlah rindu yang sangat banyak ini kepadanya, jika memang ia yang terbaik menurut Mu ya Rabb, mantapkanlah hatinya untuk datang kepadaku, jika tidak, maka jangan hadirkan rasa kecewa ini didalam hati ku…..” tangis ku semakin mengencang ketika aku mengucapkan kalimat terakhir itu, sekejap kemudian aku tetap melanjutkan doa ku, “berikan lah aku yang lebih baik dari dia…” semakin keras aku menangis mengingat rasa kecewa itu semakin terasa menusuk dada.

Ya, aku tak sanggup dengan realita jika doa yang terakhir itu terjadi pada ku. Karena aku merasa dia yang terbaik menurut ku dan hati ku masih menunggu nya. Aku masih merindukannya, sangaat. Tapi dibenak ku yang lain bertanya dalam keraguan, apa dia juga merasakan hal yang sama? Apa hanya aku saja? Dari beberapa chat history komunikasi mu, nampak hanya aku yang terlalu terlihat excited menunggu mu, aku takut tekad mu hanya sebuah rasa penasaran mu pada ku. aku takut semua planning – planning yang selalu berkibar di kepala ku, hanya akan menjadi sebuah planning angan – angan ku dengan mu. Karena mungkin kamu akan bosan dan pergi  karena aku masih mengingat betul kata yg terucap dari mu,"aku masih belum yakin" dan aku khawatir paras ku yang mungkin tidak terlihat terlalu menarik di mata mu saat mungkin nanti kita ketemu. Ya, aku tetaplah perempuan dengan segala ketidak percaya diri nya. Tapi disisi lain, aku begitu berteriak sangat menginginkan semua itu terjadi, aku selalu tak sabar dengan cerita mu di setiap hari, tentang rencana apa yang akan kamu jalani, dan pelajaran hal baru apa yang akan kudapati dari cerita – cerita mu itu, tentang ilmu – ilmu apalagi yang akan kau berikan padaku. Aku benar – benar menanti hari dimana kita saling bertukar cerita tentang perjalan kehidupan di dunia.

Tapi aku kembali mengingat tujuan ku saat kuputuskan untuk memblokir mu. Aku memblokirmu untuk memantapkan hati mu menujuku, dan juga untuk menjaga diriku agar tidak melulu mencari mu. Ku lakukan hal itu, karena aku ingin menjaga keromantisan itu sebagai hadiah terindah dari pernikahan di masa depan. Aku takut jika kita terlalu berkomunikasi intens berikutnya, kita akan mengalami kebosanan setelahnya. Aku ingin hal romantis itu aku terima di waktu pernikahan. Hal itu juga yang mungkin Allah inginkan. Maaf kalau aku banyak mau, karena aku begini juga demi kebaikan mu dan kebaikan ku. Sama – sama menjaga diri, dan memperbaiki diri, hingga bertemu di titik takdir terbaik ini.

Namun jika hati mu masih meragu kepadaku, berarti memang mungkin kamu menginginkan orang lain yang ingin kamu tuju :’) aku ikhlas akan hal itu, walaupun aku mau nangis dulu TT-TT Aku akan tetap ikhlas dengan semua keputusan mu :’) aku tak bisa memaksakan hati mu yang belum mantap itu untuk datang kepada ku T-T tapi aku sangat berharap kamu sangat mantap hati kepada ku T-T tapi kalau pun masih tak bisa semoga kamu bahagia selalu, diberi perempuan yang baik untuk pasanganmu di surga T-T dan semoga itu aku T-T Aku selalu mensyukuri tiap – tiap waktu obrolan ku dengan mu. Karena disetiap obrolan mu banyak pelajaran berharga untuk ku, seperti kalau mau hafalan Qur – an harus sambil berdiri biar ga ngantuk waktu murojaah Al – Qur’an. Pelajaran yang tidak pernah kudapatkan dari orang – orang yang ada disekitar ku. :’) Takdir Terindah ku, kamu selalu berada di doa dalam diam ku. :’) Dari aku sang penuntut ilmu kebaikan di jalan Allah :’)

 

Komentar

Postingan Populer