Mba Hann bag - 2 Apakah kamu masih melihatku?

 


Hai mba Hann? Apakabar? Kembali aku memandangi deretan list dari blacklist di akun game ku. Aku hanya bisa memandangi akun mu ketika aku rindu. Akun itu baru saja 10 menit yg lalu online. Kalau saja 10 menit yg lalu aku online, aku mungkin bisa melihat nya online bersama an dengan aku yg online juga saat itu. Aku selalu saja tak pernah bisa bertemu di waktu online yang sama. Selalu saja ada jeda disaat km telah selesai online, baru lah aku yang online. Begitu seterusnya.


Aku selalu menduga - duga, apakah aku tidak bisa berakhir bersama mu? Aku langsung istighfar dan menggeleng" kuat, menanam kan suatu kata dalam benak ini, "tidak boleh terus"an berburuk sangka pada takdir", harus berbaik sangka pada takdir Allah. Aku selalu berusaha untuk berbaik sangka, tentang apa pun yg terjadi di masa depan nanti, walaupun nantinya Allah mentakdirkan aku untuk tidak bersama mu, aku akan ikhlas dengan semua pilihan Allah itu, aku hanya ingin berdoa yang terbaik untuk mu. Untuk mu dan masa depan mu, wahai orang baik.


"Mba Hann". Taukah km knapa aku menuliskan nama kontak mu dengan sebutan Mba Hann? Karena aku takut jika kaka ku akan memarahi ku jika dia tahu aku menyimpan nomor laki - laki di HP ku. Itulah kenapa aku memberi "mba" diawalannya. Aku bersikeras tidak peduli dengan aturan itu, aku sudah sebesar ini, sudah sedewasa ini, kenapa aku masih saja trus diatur sana sini. Kadang aku selalu berpikir negatif tentang hal ini, ini pasti akan membuat ku menjadi tak ada yang mengenali. Lalu Allah mengajari ku lewat pertemuan ku dengan orang lain, bahwa semua yang sudah diatur kan untuk ku adalah demi kebaikan ku juga. Menjadi seseorang yang terjaga. Tidak berbuat nekad seperti perempuan - perempuan diluar sana.


Aku masih tetap mengikuti aturan itu sampai saat ini. Bahkan untuk ijin keluar rumah pun, mereka harus make sure kalau aku akan keluar dengan perempuan juga. Bukan dengan lawan jenis yg bukan mahramnya. Koreksi aku jika penyebutannya ada yg salah. Batas keluar malam ku harus maksimal jam 7 malam itupun hanya sekedar untuk acara buka puasa bersama, selebihnya tidak diboleh. Hanya dibolehkan jika memang aku mendapatkan tugas dari sekolah. Soal menjauhi mu dengan memblokir mu, itu adalah hal yang tiba - tiba saja terlintas di benakku, bahwa aku harus menjauhi mu, mungkin karena itu yang terbaik untuk dirimu dan diriku untuk saling menjaga diri. Mungkin juga agar aku tidak terlalu sakit jika nanti akhirnya kamu menjauh dari ku. Aku takut jika rasa suka ini hanya ada pada diriku saja, aku takut jika dikemudian hari aku kecewa dengan keputusan mu, yang tidak ingin bersamaku. maafkan aku. Aku sepengecut itu.


Mba Hann, ada kesedihan yang kualami hari ini, orang - orang baik yang ada disekolah ku berburu buru untuk keluar dr sekolah. Ada hal yang tidak beres terjadi di sekolah ini, aku tidak bisa ikut campur karena aku juga masih orang baru disini. Apa yg harus kulakukan mba Hann? Aku biasanya bisa bercerita dengan mu, namun saat ini aku tidak lagi bisa bercerita. Aku takut jika respon mu terhadap ku berbeda mengingat perkataan mu yg masih saja terngiang di kepala ini, "aku masih belum yakin". Aku jadi tidak ingin mengganggu mu. Aku sedih mba Hann mereka adalah alasan ku untuk tinggal disini, mereka adalah orang baik dengan hati yang baik. Aku sudah sering mendapatkan situasi dimana aku ketemu dengan orang jahat di tempat kerja, tp tidak seperti disini, disini sangat kekeluargaan sekali, membuat ku nyaman dalam belajar dan mengajar disini. Mereka mau membantu ku yg belum tau apa - apa, menjadi lebih tau karna lingkungan yang baik dan orang - orang nya yg tak segan untuk membantu.


Mba Hann, aku bertanya - tanya cerita apa yang mungkin akan km cerita kan pada ku waktu masa mu di pesantren dulu. Aku terkadang iri, kenapa aku tidak dipondok kan juga waktu kecil dulu. Mengingat masa lalu ku yg tidak terlalu baik dulu. Aku hanya anak sekolahan Negeri yang hanya mendapatkan ilmu agama seperlunya dr dulu. Aku tak begitu banyak mengetahui ilmu tentang agama lebih banyak saat itu. Yang ku tahu hanya sholat harus 5 waktu, dan yang penting bisa baca tulis Al - Qur'an. Mengingat orang tua ku pun tidak begitu ahli dalam hal itu.


Itulah kenapa aku sangat bersyukur bertemu dengan mu. Banyak hal baru tentang keislaman yang bisa aku tahu. Bertemu dengan mu rasa ingin belajar lebih itu muncul lagi. Setelah sekian lama tidak pernah kutemui yang seperti itu. Seperti saat aku mengenal mr.perfect itu. Aku menemukan orang itu, orang yang bisa membantu ku untuk belajar lebih banyak tentang ilmu. Orang yang bisa menggandeng ku dan  membantu ku dalam mencari bekal akhirat ku. Orang yang bisa berjalan bersama ku di jalan Allah. Ya, orang ini adalah dia. Ketika aku pertama kali mengenal mu.

Komentar

Postingan Populer