Mba Hann – Bag 3 My Better Half
Hari ini 15 Februari 2025. Tepat hari ke – 2 aku mengirimkan cerita part 1 dari Mba Hann ke kamu, kemudian setelahnya aku memblokirmu lagi. Aku tak ingin mendengar atau melihat bagaimana respon mu. Aku takut respon yang akan muncul tidak sesuai dengan harapan ku, yaitu kamu bisa merespon baik apa maksud dari cerita ku. Aku takut kamu malah akan seperti Mr. Perfect yang pergi dan hanya membuat janji itu hanya menjadi sebuah janji yang tidak pernah ditepati. Aku takut aku berpikir kecewa terhadap mu, padahal aku memang tidak boleh memaksa kan hati mu untuk tetap memilih ku. Aku hanya ingin menyampaikan hal yang kurasakan kepada mu. Aku ingin pelabuhan terakhir ku ada di kamu, tanpa aku harus mencari – cari lagi atau mungkin aku harus menunggu lagi seseorang yang mampu mengubah ku untuk jadi versi ku yang lebih baik lagi. Aku lelah, aku tak ingin lagi berjuang untuk itu. Mengingat usiaku yang memang sudah seharusnya aku bertemu dengan calon suami ku.
Tapi jika mungkin rasa yang aku rasakan ini berbeda dengan
yang kamu rasakan, aku hanya berdoa, semoga aku ikhlas dengan hal itu, semoga
Allah tetap setia menemani ku di setiap malam – malam kesendirian ku. Semoga
Allah tetap menjaga dan melindungi ku di ketakutan – ketakutan yang mungkin
akan aku hadapi ketika aku masih sendiri di dunia ini. Semoga Allah selalu bisa
memberikan kebahagiaan untukku dan juga dirimu. Aku masih sama dengan tujuan ku
yang dulu, aku tidak akan bersikap buruk terhadap mu, sebaliknya malah akan
terus mendoakan mu yang terbaik, karena aku tau kamu adalah orang baik dengan
hati yang baik.
Ada rasa kelegaan ketika aku menyatakan rasa ini lewat
tulisan. Karena jujur aku tidak pandai berbicara dengan laki – laki yang aku
suka. Padahal biasanya aku selalu bisa membuat mereka yang menyukaiku skak mat
dengan ku ketika mereka memulai debat argument terbuka denganku. Tapi untuk hal
menyatakan perasaan aku sangat susah jika aku harus menyatakannya dengan
perkataan. Ya, yang kulakukan hanya bisa seperti ini, menulis dan berdoa. Kalau
perempuan lain bisa dengan lantangnya memberi kasih sayang dan cinta nya secara
nyata. Aku hanya bisa membuat tulisan ini yang kuharap bisa menjadi bukti nyata
bahwa ini adalah perasaan ku yang sebenarnya. Dan berdoa kepada Allah Ta’Ala
bahwa aku menyukainya.
Seperti di postingan ku sebelumnya yang berjudul My Better
Half, yang artinya “setengah dari diriku”. Ya, kamu adalah setengah dari
diriku. Diriku yang ketika aku bersama mu, aku bisa menjadi versi terbaik untuk
diriku sendiri. Dan ketika aku jauh dari mu, hanya ada puisi – puisi rindu yang
terpintas di dalam tulisan supaya bisa selalu terkenang, dan juga lantunan –
lantunan doa pada Tuhan semoga selalu diberikan kebaikan.
Ada cerita unik yang belum aku ceritakan di part ini.
Keesokan harinya ketika aku selesai mengirimimu part 1 dari Mba Hann. Entah
kenapa aku bisa kembali seperti sedia kala, tidak ada lagi rasa sedih dan galau
karena merindukanmu. Karena aku telah kehilangan sebagian dari diriku (My
better half). Tidak ada lagi rengekan dan tangisan di setiap doa. Tidak ada
lagi keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Entah apakah ini karena
doa dari mu atau ini hanya dugaan ku saja. Hal ini yang membuatku menjadi
berpikir kembali, apakah ini karna ulah doa mu, yang mungkin doa yang kamu
lantunkan adalah “kamu berdoa untuk dihilangkan perasaan ini pada diriku”?
pikiran menduga – duga ini semakin tidak baik saja. Entah lah aku hanya bisa
menduga – duga bahwa ini doa dari mu. Padahal sebelumnya ketika aku selalu
berkomunikasi dengan mu aku selalu bisa mengerjakan hal – hal baik itu tanpa
perencanaan. Aku selalu bisa mengerjakan hal – hal kecil dengan cepat dan tak
terduga. Sesuatu dari versi terbaik ku yang belum pernah aku tau. Ya mungkin
ini lah yang disebut Merry Riana “my better half”. That’s why I always call you
“My better Half”.
Namun jika memang itu adalah doa yang baik dari mu aku akan
sangat mensyukurinya. Namun jika kamu berdoa untuk dijauhkan dari ku, maka aku
juga akan melantunkan doa ku untuk bisa lebih dekat dengan mu. Aku tidak bisa
membiarkan hal ini terjadi sebelum janur kuning itu melengkung di rumah mu, aku
masih bisa melantunkan doa ini kepada Allah, sang Pemilik mu. Bisa ku katakan kalau
aku juga bisa menjadi cegil. Ya cegil, cegil ku hanya bisa diam didalam doa ku
kepada Allah, kita lihat doa siapakah yang paling cepat dan paling di terima
Allah. Mari kita berlomba dalam doa itu. Kalau bisa janji itu benar – benar
kamu tepati dan terlaksana. Aamiinn. Kalau kamu bisa melantunkan doa dihadapan
Allah, maka aku pun juga bisa melantunkan doa di hadapan Allah. Ya, Allah
selagi janur kuning melengkung itu belum ada di rumah mu, maka aku meminta izin
untuk di takdirkan oleh nya (mba Hann) ya Allah. Jika dia berdoa untuk
dijauhkan dari ku, maka aku memohon untuk didekatkan dengan dia (Mba Hann) ya
Allah, pertemukan lah aku dengan nya di hari dan keadaan yang baik pula.



Komentar
Posting Komentar