My Better Half



Membaca lagi tulisan – tulisan ku yang dulu ini, seperti membaca motivasi untuk diriku sendiri. Aku merasa ini adalah kata – kata yang harus kutujukan untuk diriku sendiri. Entah ini untuk motivasi, atau sindiran untuk ku sendiri. Tapi yang jelas kadang ada disaat aku merasa aku jadi pelaku nya dari apa yang aku tuliskan sendiri. Aku yang selalu menduga – duga dengan sifat ku sendiri. Pemikiran ini terkadang membuatku lelah sendiri. Karena terlalu sering menilai diri sendiri, tanpa tahu penilaian orang lain. Aku ingin ada yang bisa menilai ku, yang menyadarkan ku untuk beberapa hal yang mungkin aku gatau tapi orang lain tau. Ibarat peribahasa semut di seberang lautan tampak, tapi gajah dipelupuk mata tak tampak. Ya, peribahasa ini sangat ada dalam diriku.

Aku selalu bisa menyadarkan orang lain tentang hal buruk yang tidak seharusnya mereka pikirkan. Tapi aku tidak bisa menyadarkan diriku sendiri untuk hal buruk yang tidak seharusnya aku pikirkan. Aku butuh seseorang ini. Orang yang mampu memperbaiki aku menjadi lebih baik untuk diriku sendiri dari dirku sebelumnya. Orang yang mampu mendorong ku untuk bisa lebih baik lagi dari versi ku sebelumnya. Aku pernah bertemu orang seperti ini dua kali. Yang pertama saat aku bertemu dengan Mr. Mhd. Dan yang kedua saat aku bertemu dengan dirimu (Mba Hann).

Diawal aku bertemu dengan dirimu, aku masih meragu apakah kamu akan seperti laki – laki lain yang akan mengecewakan ku dengan segala kata – kata manis yang keluar dari ucapannya. Mereka selalu mengagung-agungkan dengan kata cantik lah, lembut lah, ramah lah. Aku merasa bukan hal ini yang aku cari dan aku mau. Hal yang tadi aku bahas tadi, hal yang mungkin aku gatau tapi orang lain tau. Hal – hal atau tips yang mungkin belum pernah aku dapatkan sebelumnya seperti “kamu nih kebanyakan mikir, apa – apa dipikir jadi bikin kamu khawatir sendiri”. Atau mungkin, “kalau mau murojaah atau deresan sambil berdiri biar ga ngantuk”. Pemikiran orang tulus yang mau perhatian dengan orang tulus lainnya. Dari situ “deg” ada yang mau mengingatkan ku seperti ini dimana aku tidak pernah mendapatkan hal seperti itu sebelumnya di orang lain.

Apakah ini hanya permainan kata lagi dari seorang laki – laki? Atau kah kamu benar – benar orang yang tulus dengan hati yang baik yang bisa dan mampu mengubah ku menjadi lebih baik lagi? Jawaban kedua mungkin adalah jawaban yang aku lihat diawal aku mengenal mu. Kamu berani mengingatkan ku, tanpa takut mungkin itu akan menyakiti ku. Kamu mampu membimbing ku menjadi perempuan yang tidak tahu menjadi perempuan yang “oh ini, aku baru tahu” tanpa ada niat buruk untuk mejerumuskan ku ke dalam hal yang tidak baik.

Namun ada saatnya, pemikiran ku ini membuatku berpikir mix signal lagi kepadamu. Pemikiran apakah kamu benar – benar orang yang tulus dengan hati baik ataukah kamu orang baik dengan hati yang tidak baik, yang hanya ingin memanfaatkan ku seperti yang lain (orang baik dengan hati yang tidak baik) sehingga kamu mendapatkan nilai – nilai yang bermanfaat untuk mu kemudian kamu pergi sesudahnya. Ini kurasakan ketika aku merasa kamu telah terlihat terlalu jauh dari ku. Chat yang hanya datang ketika butuh, dan berlalu ketika sudah mendapatkan apa yang diperlu.

Aku selalu membuang jauh – jauh laki – laki yang memiliki niat buruk pada ku. Segera ku blokir mereka kalau memang dia berani kelewat batas menggodaku. Hal ini yang selalu membuatku berpikir negative thingking pada semua laki – laki. Bahkan aku menyamaratakan bahwa mereka sama. Membuat ku menjadi tidak percaya, trauma dan benci ketika aku mengingat lagi kenapa aku masih mau bersikap baik pada mereka. Trauma ini yang membuatku kadang berpikir pada Allah, tuhanku, apakah aku sejelek itu sampai tidak ada laki – laki baik yang datang padaku? Aku selalu berbicara seperti ini kepada Allah. Dan beribu kali pula aku selalu berusaha menampik karena tidak ada yang salah dari setiap takdir yang datang pada diriku, bisa jadi ini adalah pelajaran berharga untukku.

Tempat terbaik ku melepaskan semua keluh kesah ku. Walaupun terkadang Allah mengambil nikmat ibadah ini dari ku, karena aku kadang lalai melaksanakan sholat diawal waktu. Aku selalu berusaha kembali lagi dan lagi untuk tetap istiqomah dijalan Allah. Agar nikmat beribadah itu kembali hadir lagi kepadaku. Aku tidak punya tempat pergi, selain kepada – Nya. Hanya kepada – Nya aku bisa berkeluh kesah tanpa harus merepotkan siapapun yang ada di bumi. Tanpa harus aku merasa tersakiti dengan responnya yang mungkin tidak sesuai dengan harapanku ketika aku bercerita, atau takut tersebar dan menjadi boomerang untuk ku sendiri dikemudian harinya. Sebagai pengecualian ketika aku bercerita di hadapan Allah, setidak nya aku merasakan kelegaan bersamaan dengan sungai - sungai kecil yang mengalir dari ujung mata.

Aku tidak ingin berpikiran buruk kepada mu. Mungkin ini sifat buruk yang kumiliki, aku selalu banyak berpikir dan menduga – duga tentang apa yang kamu pikirkan terhadap diriku. Entahlah karena rindu atau kah karena aku takut akan kepergianmu. Itulah kenapa aku memutuskan kalau aku lebih baik menjauhimu dulu, sampai dimana janji yang kamu berikan itu tiba, dan kamu benar – benar datang meminta pada orang tua ku. Dengan tujuan untuk meminta ku menjadi partner hidupmu di surga. Mungkin aku tidak akan berpikiran buruk lagi seperti ini.

Aku menyimpulkan bahwa ini adalah sifat alamiah dari kaum hawa, dimana dia tidak bisa terlalu jauh dengan adamnya. Atau mungkin ini adalah sifat gaul yang biasa orang bilang “clingy” yaitu orang yang terlalu ketergantungan dengan pasangannya. Entahlah aku hanya pintar menduga – duga. Yang jelas aku hanya bertemu dengan orang seperti ini dua kali. Ketika aku bertemu dengan Mr. Mhd, dan ketika aku bertemu dengan mu “mba Hann”. Pertemuan dimana aku merasa kamu yang bisa membuatku jadi lebih baik lagi. Kamu yang bisa mendorong ku untuk bisa melakukan hal yang mungkin aku gabisa melakukan hal itu, tapi ternyata aku bisa melakukan hal itu. Hal yang lebih baik lagi. Aku tetap menjadi diriku sendiri, hanya saja ketika bersama mu aku bisa menjadi diriku dengan versi yang lebih baik lagi. Seperti kata Merry Riana didalam video “You are my better half”. Aku akan menjadi lebih baik lagi jika aku bersama mu.

Komentar

Postingan Populer