Buaya Internasional part 1


Kukira buaya berkedok manusia itu cuma ada di Indonesia, tapi ternyata di luar negeri sekarang juga ada. Sangat sulit sekali rasanya mencari Cristian Sugiono sejati di jaman sekarang ini. Rangkaian kata indah mereka sangat sulit untuk dibedakan mana yang benar – benar tulus dan mana yang benar – benar main – main saja. Mereka terlalu membuat hati para wanita bisa mempercayai begitu saja dalam sekejap mata. Benar – benar harus jeli rasanya jika ingin berkenalan dengan pria, karna kalau tidak, yang ditemukan hanya sebuah permainan kata mereka yang berujung menyakitkan hati akhirnya.

Mungkin hanya aku yang membuat mereka sama rata. Sama – sama menyakiti seorang hati perempuan dalam sekejap mata. Aku tidak tahu maksud mereka apa, hanya saja kata yang terlontar dari mereka membuat ku yakin bahwa hubungan ini akan berakhir menyakitkan dan sama saja. Ketika sudah berharap penuh padanya yang ternyata dia akhirnya memasang pagar pembatas diantaranya. Aku membenci buaya – buaya yang seperti ini. Karena hati sakit yang diterima akan berdampak lebih lama dalam penyembuhannya.

Baik diawal, kemudian tarik ulur sesudahnya. Kadang baik, kadang seperti acuh tak acuh, atau lebih jahatnya lagi seperti orang asing si kaum wanitanya. Mereka dibuat sedemikian rupa agar akhirnya kaum wanita semakin bergantung kepada mereka. Hingga akhirnya wanita menjadi terluka dengan luka yang tak berkesudahan. Ada yang lebih menyakitkan ketika mereka trauma untuk memulai suatu hubungan baru, yaitu dengan tidak mempercayai orang yang baru, atau menilai sama saja padahal sebenarnya yang baru ini mungkin lebih baik daripada yang dulu. Inilah hasil perbuatan buaya tipe pertama. Hasil yang membuat korbannya menjadi trauma yang tak berkesudahan.

Buaya tipe kedua, aku menyebutnya dengan buaya to the point. Aku lebih suka dengan buaya yang to the point. Jika tidak suka maka dia akan berbicara langsung, atau kalau tidak pergi menghilang dan tidak pernah kembali. Setidaknya walaupun menyakitkan diawal, hal ini lebih sedikit lega pada masa penyembuhannya. Point pentingnya adalah tidak mengalami sakit yang lama dan trauma karena nya. Aku menyukai cara buaya yang satu ini. Mereka sangat gentle karena takut akan menyakiti hati perempuan lebih dalam lagi, oleh sebab itu mereka lebih memilih lebih cepat pergi maka lebih baik.

Aku mendapat lagi pengalaman baru dari hal ini. Baru kutemui ketika aku berhadapan dengan pria luar negeri. Yang saat ini bisa kusebut dengan Buaya Internasional. Alih – alih ingin mendapatkan yang setia dengan mencari pujaan hati di luar dari tempat tinggal sendiri, yang terjadi hanya berakhir kesedihan yang menyakiti hati. Mereka begitu baik diawal, sangat mirip dengan buaya tipe awal yang paling menyakitkan dan membahayakan. Mereka bermulut manis namun juga memberi pagar pembatas dimana – mana. Membuat wanitanya menjadi bingung bagaimana harus menanggapinya. Kadang dibuat senang tapi kadang menjadi renggang karena pagar pembatas yang tiba – tiba datang menghalang. Bedanya, mereka to the point jika mereka tidak suka. Mereka akan mengatakannya dengan cara yang ramah lingkungan, seperti ini contohnya, “Mungkin pengalaman ini membuat kita menjadi lebih hati – hati dan belajar menjadi orang yang lebih menjaga diri secara emosional”. Dari percakapan ku sebelumnya dengan dia, kami membicarakan kenapa alasan kami masih sendiri, dan belum memiliki pasangan sampai saat ini. Sampai dimana kami sama – sama mengakui bahwa kami agak sedikit takut tentang memiliki pasangan lagi, dan potongan kata – kata itulah yang membuat ku mengerti bahwa dia memberi pagar pembatas diantara kami. Benar – benar elegan namun menyakitkan.

Semua ini memang kembali lagi kepada hati masing – masing pribadi orang. Walaupun menyakitkan tetap harus diterima semua kenyataan yang telah diucapkan. Bahwa hatinya masih belum bisa menerima hati yang datang. Jika hati tidak menginginkan maka harus diikhlaskan dan direlakan. Karena memang hati tidak boleh dan tidak bisa dipaksakan. Karena hati ini adalah milik setiap orang yang memilikinya. Semua ini memang tentang hati bagi siapapun yang mengerti.

Komentar

Postingan Populer